Jumat, 02 September 2016

Buku Nikah KUA Jasa Penghulu Nikah Siri


Kami sangat menghormati, apapun alasan seseorang menikah siri meski hanya sebagian dari mereka bisa kami terima, karena menikah adalah sebuah ibadah keagamaan. Akan tetapi bila anda adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekali lagi dan selamanya akan kami katakan bahwa :

"Sebaik-baik pernikahan adalah yang sah secara agama dan dicatat oleh petugas pemerintah dalam hal ini petugas pencatat pernikahan Kantor Urusan Agama Republik Indonesia. Jadi jangan lakukan pernikahan siri apabila pasangan tidak terkendala untuk menikah secara resmi."

Jadi sekalipun pernikahan adalah "ibadah" yang syarat serta rukunnya diatur oleh agama, sebaiknya kita menghormati serta mematuhi segala peraturan yang berlaku pada negara dimana kita menjadi bagian dari warga negara bersangkutan, meskipun negara tersebut tidak atau belum menerapkan hukum syar'i sepenuhnya.

Mengapa demikian ? karena apa yang diatur oleh negara adalah semata-mata untuk melindungi keadilan bagi semua pihak. Bila kemudian terjadi hal yang dianggap tidak atau kurang adil bagi sebagian orang, maka hal tersebut bersifat manusiawi. Tidak ada buatan manusia yang sempurna. Hanya hukum Allah serta Rosul Nya yang sempurna, melindungi umatnya dalam hidup di dunia maupun kelak di akhirat.

Buku Nikah KUA

Kembali ke pokok permasalahan, yaitu buku nikah KUA dari jasa penghulu nikah siri. Buku Nikah KUA adalah dokumen negara sebagai bukti dari peristiwa pernikahan yang disaksikan oleh pejabat negara, dalam hal ini petugas KUA Departemen Agama Republik Indonesia.

Jadi, buku nikah KUA hanya dimiliki oleh mereka yang melangsungkan pernikahan secara resmi melalui KUA dan disaksikan oleh petugas pencatat dari Kantor Urusan Agama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Buku nikah KUA diberikan kepada mempelai setelah petugas melihat atau menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri prosesi pernikahan yang dilangsungkan dihadapannya sesuai syariat Islam.

Itu sebabnya - meskipun pasangan sudah mendaftarkan pernikahan secara resmi, sudah melakukan ijab qobul sesuai syariat, disaksikan oleh saksi-saksi sesuai syariat - tetapi jika tidak dilakukan dihadapan petugas KUA, maka tetap harus dilakukan ijab qobul kembali dihadapan pejabat petugas pencatat pernikahan KUA bila ingin memiliki buku nikah KUA. Dengan kata lain, pernikahan apapun bila dilakukan tanpa disaksikan petugas pencatat dari Kantor Urusan Agama, statusnya adalah pernikahan siri. 


"Berdirinya sebuah negara atau pemerintahan dimanapun di seluruh dunia tidak berarti hukum-hukum syariat boleh diubah, termasuk aturan syariat tentang pernikahan yang sudah ditetapkan oleh Allah melalui Rosul Nya."

Jasa Penghulu Nikah Siri dan Buku Nikah KUA

Jasa penghulu nikah siri adalah jasa untuk membantu pasangan melakukan pernikahan sesuai syariat Islam. Penghulu nikah siri bukanlah petugas pencatat pernikahan KUA. Penghulu nikah siri hanya bertindak menjadi wali untuk menikahkan pasangan yang terkendala melakukan pernikahan resmi tercatat pada negara. Jadi sebuah pernikahan siri TIDAK menerbitkan buku nikah KUA.

Sebagai bukti bahwa pasangan sudah menikah dihadapan penghulu nikah siri, maka diterbitkanlah sebuah dokumen berupa "Surat Keterangan Menikah" yang bersifat pribadi sebagai pegangan bagi pasangan bahwa mereka telah melangsungkan sebuah pernikahan secara syariat.

Bagaimana cara mendapatkan buku nikah KUA dari pernikahan siri ?

Sebagaimana dijelaskan dibagian sebelumnya, buku nikah KUA adalah dokumen negara. Penghulu nikah siri tidak akan pernah menerbitnya karena itu berarti dirinya melanggar aturan negara dengan berbagai konsekuensinya. Jadi, jangan pernah meminta tolong menguruskan atau menerbitkan buku nikah KUA kepada penghulu nikah siri, karena mereka tidak memiliki wewenang untuk melakukannnya dan tidak akan bisa menolong.

Jika ada penghulu nikah siri bisa menerbitkan buku nikah KUA dari pernikahan siri bagaimana ?

Itu adalah urusan pribadi masing-masing, akan tetapi sekali lagi, buku nikah KUA adalah dokumen negara yang hanya bisa diperoleh setelah melalui prosedur sebagaimana yang ditetapkan atau diatur oleh negara. Kalau ada orang bisa menerbitkannya diluar prosedur, maka hal tersebut menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Bagaimana jika anda memiliki buku nikah tidak sesuai prosedur ?

Bila itu diterbitkan secara resmi dan tercatat resmi pada Kantor Urusan Agama berarti yang anda pegang adalah buku asli. Akan tetapi jika buku nikah tersebut tidak tercatat, bisa jadi merupakan buku nikah palsu  atau asli tapi palsu (ASPAL). Jika palsu atau aspal, berhati-hatilah, karena memilikinya juga sudah melanggar peraturan negara.

Kami masih memegang buku nikah, hidup bersama, tapi dulu sering bertengkar dan sering terucap kata cerai

Ini merupakan salah satu dilema dialami oleh banyak pasangan yang ketika masih muda kerap bertengkar serta tanpa sadar mengucapi kata "PISAH", "CERAI", "TALAK" atau sejenisnya baik secara eksplisit maupun tersamar. Secara agama mereka sudah bercerai dan "HARAM" untuk melakukan hubungan suami-istri, tapi menurut negara mereka "masih menikah".

Jadi silahkan pertimbangkan sendiri mana yang baik untuk anda, Apakah anda menikah sebagai ibadah atau menikah untuk kepentingan sosial bermasyarakat ? Kalau anda menikah untuk ibadah, lalu teringat pernah mengucapkan kata cerai beberapa kali kepada "istri" anda, maka harus kami katakan dengan tegas bahwa "KALIAN SUDAH BERCERAI". Silahkan membantah dengan berbagai dalih dan sebanyak apapun kata TAPI menurut pembelaan anda sendiri. Yang terpenting kami sudah menyampaikan hal benar kepada anda, mau terima silahkan tidak juga silahkan.  

Memiliki buku nikah KUA bukan harga mati pasangan masih menikah secara agama, tidak memiliki buku nikah bukan berarti pasangan tidak menikah secara agama.

Akan tetapi jika pasangan karena alasan tertentu tetap ingin mendapatkan buku nikah, disarankan untuk memesan secara online disini.