Sabtu, 16 Januari 2016

Syarat Nikah Siri

Syarat Nikah Siri. Jika anda ingin menjalani pernikahan sesuai Syariat Islam karena terkendala untuk menikah resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) dan tengah mencari tahu apa saja syarat nikah siri yang harus dipenuhi sebelum menghubungi penghulu atau wali hakim nikah siri, berikut adalah penjelasan mengenai hal tersebut.

syarat nikah siri sesuai syariat Islam


Syarat Nikah Siri

Kapan anda akan menikah ? dimana dan bagaimana ? itu adalah persoalan yang umum memenuhi fikiran seseorang bila sudah memutuskan untuk melakukan pernikahan jika sudah memiliki pasangan.  Tapi kalau belum memiliki pasangan, Alhamdulillah cuma satu yang ada dalam fikiran, yaitu dengan siapa anda akan menikah atau siapa sang jodoh yang akan menikahi anda.

Jika anda sampai pada tulisan ini, kami beranggapan anda sudah memiliki pasangan dan siap untuk menikah, sehingga anda siap memasuki tahap berikutnya yaitu menentukan waktu, tempat dan bagaimana prosesi yang diinginkan atau dimungkinkan.

Waktu menikah bagi sebagian orang adalah hal yang penting, karena menikah adalah sebuah prosesi sakral dimana seorang wanita menyerahkan diri dan pengabdiannya kepada seorang pria yang dicintainya. Itu sebabnya ada sebagian orang yang memilih tanggal-tanggal tertentu yang mudah diingat bahkan lebih lagi ada yang memilih tanggal hingga jam mereka menikah.

Tempat menikah juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja, beberapa orang yang menganggap pernikahan adalah hal yang luar biasa selalu menentukan tempat yang menurut mereka layak dan menjadi kenangan seumur hidup. Akan tetapi bagi sebagian lainnya, tempat bukanlah masalah, asalkan terpenuhi syarat dan rukun menikah sesuai Syariat Islam menikah dimanapun tidak menjadi halangan.

cincin kawin mahar nikah siri

 Hal ketiga, yang justru merupakan masalah utama adalah masalah bagaimana prosesi yang akan dilakukan. Bagi pasangan yang tidak memiliki masalah untuk menikah secara resmi di KUA, tentunya hal ini bukan persoalan. Untuk menikah di KUA, calon mempelai harus melakukan prosedur sebagai berikut :

ika kita hendak menikah maka kita harus menyiapkan segalanya, mulai dari persiapan fisik, mental dan administrasi. Yang ingin saya bagi di sini adalah persiapan administrasi yang harus kita lalui :
  1. Mengurus kelengkapan surat-surat mulai dari RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan untuk dibawa ke Kantor Urusan Agama
  2. Setelah berkas diajukan ke KUA, maka dilaksanakan Rafa’ dimana kedua mempelai diberikan nasihat untuk menjalani pernikahan dan diberikan buku panduan
  3. Pernikahan bisa dilakukan sesuai waktu yang disepakati dengan petugas KUA yang ditunjuk sebagai penghulu di wilayah dimana pernikahan akan dilangsungkan. Setiap wilayah sudah ditentukan penghulu penguasanya, jadi jika anda tidak bisa sembarangan menikah di satu tempat dengan penghulu dari tempat lain. Dibutuhkan Surat Numpang Nikah jika anda ingin menikah di luar wilayah dimana anda tinggal; 
Bagi pasangan yang tidak mungkin untuk menikah di KUA atau memilih untuk tidak menikah di KUA karena alasan tertentu, maka menikah secara syariah atau siri adalah pilihan yang harus diambil. Sebuah pilihan dimana pernikahan syah sesuai Syariah Islam akan tetapi tidak diakui oleh negara karena tidak dicatat oleh petugas negara.

pernikahan sesuai Syariat Islam

Bagaimana syarat untuk menikah siri ? 

Syarat untuk menikah siri adalah sebagai berikut :

  1. Calon mempelai pria maupun wanita sama-sama beragama Islam atau bersedia masuk Islam, mengucap syahadat sebelum menikah (akan diberikan surat keterangan masuk Islam)
  2. Calon mempelai wanita berstatus janda dan sudah melewati masa idah. Akan lebih baik jika memperlihatkan surat cerai. Tetapi jika tidak bisa memperlihatkan surat cerai akibat ditinggal oleh suami atau karena satu atau lain hal, wali hakim akan meminta pengakuan lisan dari calon mempelai wanita akan statusnya. Pengakuan secara lisan ini bersifat mengikat, disaksikan oleh para saksi serta calon mempelai pria, serta menjadi tanggung jawab dari calon mempelai wanita kelak di yaumil kiamah atas kebenarannya.
  3. Calon mempelai wanita berstatus gadis, berusia minimal 40 (empat puluh) tahun dan tidak tinggal serumah, terpisah memenuhi hukum syariah dari wali nasab-nya dan atau memiliki alasan kuat untuk dinikahkan oleh wali hakim.
  4. Calon mempelai pria belum memiliki 4 istri, sudah memiliki penghasilan (bekerja / usaha), berusia minimal 26 tahun
  5. Kedua calon mempelai bisa menunjukan kartu identitas yang masih berlaku (KTP / Paspor) dan dengan foto yang jelas sebelum ijab qobul untuk memastikan bahwa pasangan yang akan dinikahkan adalah benar sesuai identitasnya 
  6. Membawa dan memperlihatkan mahar yang diberikan saat ijab qobul.
Khusus bagi wanita yang akan dinikah siri untuk menjadi istri kedua, ketiga atau keempat, kami menasehatkan untuk meminta mahar yang layak buat hidup anda. Jangan sekedar menyerahkan diri untuk dinikahi melainkan pertimbangkan juga faktor penunjang hidup anda untuk menjamin kelancaran, ketenangan dan kelangsungan ibadah anda kepada Allah SWT.
Demikian syarat untuk menikah siri sesuai syariah di tempat kami yang harus anda penuhi sebelum memutuskan untuk menghubungi seorang penghulu nikah siri. Apabila anda merasa memenuhi syarat untuk menikah siri dan ingin mengetahui biaya nikah siri, silahkan klik Biaya nikah siri.