Jumat, 15 Juni 2018

Mengapa Nikah Siri Syariah Pada Bulan Syawal


mahar nikah siri bulan Syawal
"Hujan gerimis aje, ikan bawal diasinin. Dek jangan menangis aje, bulan Syawal mau dikawinin"

Begitulah lirik lagu berlogat Betawi yang diciptakan dan dinyanyikan oleh artis kondang Betawi tempo doeloe yang kesohor dengan kelucuan dan banyolan-banyolannya. Kenapa harus bulan Syawal ? dan mengapa banyak umat Muslim menikah pada bulan Syawal ? berikut adalah sedikit penjelasannya.

Semua Hari Dan Bulan Adalah Baik

Islam tidak mengajarkan hari baik dan hari buruk, bulan baik dan bulan buruk. Islam mengajarkan semua hari dan bulan adalah baik, tetapi ada hari - hari dan bulan - bulan yang sangat baik dan harus diutamakan dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan amal. Misalnya hari Jum'at, bulan Rajab, bulan Sya'ban dan bulan Romadhon.

Anjuran menikah di bulan Syawal utamanya adalah untuk menepis kebudayaan dan kebiasaan kaum jahiliyah yang menganggap pernikahan pada bulan Syawal akan membawa sial. Hal inilah yang kemudian menurut Ibnu Katsir menjadi dasar mengapa Rosul SAW menikahi Aisyah R.A. pada bulan Syawal, yaitu untuk menepis anggapan dan tahyul di kalangan Arab yang menganggap menikah di bulan Syawal akan membawa sial dan perceraian.

Banyak Orang Tua Menikahkan Anaknya Di Bulan Syawal Karena Membawa Banyak Kebaikan

Berkenaan dengan sunah yang dicontohkan oleh Rosul SAW tersebut itulah kemudian menjadi alasan bagi orang tua maupun pasangan untuk memilih bulan Syawal sebagai waktu yang tepat untuk menikah. 

Selain waktunya sekaligus mengikuti 2 sunah, yaitu 1) Menikah dan 2) Menikah di bulan Syawal, pada bulan ini sanak keluarga banyak berkumpul sehingga banyak yang hadir untuk menyaksikan dan memberi do'a dan restu kepada kedua mempelai.

Akan tetapi perlu dijelaskan bahwa pertimbangan masalah keluarga berkumpul dan berkaitan dengan hari libur panjang bukanlah memiliki dasar atau alasan secara agama Islam melainkan hanya hal-hal yang kebetulan saja. 

Belum Dapat Jadwal Menikah Dari KUA, Menikah Syariah Dulu Di Bulan Syawal

Fenomena yang terjadi di masyarakat yang ingin mendapat berkah dari bulan Syawal ini kemudian menyebabkan sebagian pasangan yang belum mendapat jadwal, atau sudah mendapat jadwal menikah di luar bulan Syawal memilih untuk melakukan nikah siri secara syariah terlebih dahulu sebelum melangsungkan resepsi pernikahan yang dicatatkan ke Kantor Urusan Agama.

Dengan restu dan disaksikan sanak keluarga serta kerabat, pasangan melakukan pernikahan yang syah secara agama Islam namun belum disahkan oleh negara karena tidak disaksikan dan dicatat oleh petugas KUA.

Akan tetapi sebagaimana yang berkali-kali kami sampaikan, meskipun syah secara agama Islam, sebaik-baiknya pernikahan adalah yang syah secara agama dan disaksikan oleh petugas KUA. Jadi bagi pasangan atau orang tua yang ingin menikahkan putra-putrinya secara syariah sebaiknya mempertimbangkan dan jangan mengabaikan masalah administratif pernikahan yang tentu saja merupakan kewenangan dari Departemen Agama Republik Indonesia dan petugas Kependudukan Departemen Dalam Negeri apabila tidak memiliki kendala untuk melangsungkan pernikahan resmi.

Namun demikian, jika pasangan terkendala untuk menikah resmi atau karena kebetulan sama-sama bertemu karena baru bisa pulang dari rantau, ingin segera menghalalkan hubungan, silahkan hubungi jasa penghulu nikah siri lengkap dengan saksi-saksi.